SEUTAS KATA YANG MATI
Akankah kita terbangun dari mimpi ini???
Dimana kehancuran masih tertutupi dengan angan asa dan harapan…
Kapankah akan terkuak kenyataan????
Dimana mimpi indah ini akan membawa kita pada kehancuran….
Aku hanya aku..
Yang terbuang disisi dunia. Tertawa pilu menerima asa.
Inilah hidup. Tertawa disamping kesedihan. Membawa harapan kosong tentang kedamaian. Yang sama sekali tidak pernah dirasakan selama menjalaninya.
Apa ini??? Apa ini sebuah omong kosong??? Apa hanya iming-iming janji tentang kedamaian?????
Kawan..
Sadarlah. Kita sedang bermimpi… tidakkah kau sadar, apa yang terjadi dengan diri kita selama ini.. kita berjalan di atas kegetiran, dimana para pecundang tertawa bersulang diantara kebohongan yang menyelimuti tanah ini..
Dunia telah mati…
Tak ada lagi cinta kasih. Tidak ada lagi kejujuran. Takkan ada lagi kedamaian.. yang tertawa paling akhir adalah kehancuran, yang berdampingan dengan kebohongan. Menertawakan semua harapan yang mati sia-sia.. Tak bisa melawan kehendak perubahan..
Mungkin…
Hanya kita yang tersisa dari ironi menyedihkan ini. Lalu apa yang harus kita lakukan??? Melawan semua ini, padahal kita sendiri juga termasuk didalam pembohong besar????
Namun kita semua hanya bermimpi. Apalah artinya??? Walaupun jika kita telah terbangun, kita bisa berbuat apa.??? hanya bisa menyaksikan kelihaian dunia dalam membuai kita masuk menuju lubang hitam yang takkan pernah membawa kita semua kembali lagi..
Semua hanya sandiwara belaka. Dunia ini panggung sandiwara. Dimana Takdir yang menjadi penulis skenario.. menjelaskan secara terperinci apa yang harus kita lakukan di atas panggung. Semua berjalan begitu saja, begitu kita semua memasuki dunia.. semua berjalan seperti skenario.. sungguh hebat.. maha karya yang luar biasa… namun diujung skenario, apakah kita tau…. Apa yang akan terjadi pada kita semua.????
Jika bermimpi membuat kita semua merasakan kedamaian, mungkin itu lebih baik. Daripada kita membuka mata, melihat, dan merasakan kenyataan yang telah berada didepan mata kita…
…………..
Rabu, 23 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar