hati yang terasingkan
Satu lagi pertanyaan yang mengganjal di dalam pikiran.
Apakah semua itu akan kembali???
Apakah semua kekosongan di dalam hati akan lenyap begitu saja dengan senyum palsu??
Aku beranjak dari tempat ku. Berjalan menyusuri lorong-lorong jiwa. Yang tersisa hanyalah rintihan sesal yang terus menghujat diri tanpa henti. Di ujung lorong, terlihat sesosok jiwa yang terluka. Tatapan kosong menhiasi matanya. Hanya kata-kata yang ia miliki. Tertegun menatapku, namun terdiam di dalam sunyi. Dia tak beranjak sedikitpun. Dia hanya tertawa lepas, mendengar semua hujatan yang terucap. Sesekali ia menatap dalam ke arahku. Seakan berkata kepada ku..
“ inilah dirimu. Menyesali semua yang telah terjadi. Aku tak bisa berbuat apa-apa.. Karena kau telah membuang aku di dasar ego mu..
Sadarlah..
Kau tidak sedang bermimpi. Ini kenyataan..
Apakah egomu telah mengubur semua akal sehatmu?
Hingga terlalu berat rasanya kau untuk mempercayai aku??
Apa yang kau pikirkan, aku tau. Kau adalah aku, aku adalah bagian dari mu.
Kita adalah satu. Tapi kenapa kau mencoba membohongi aku?
Walaupun kau berbohong, aku tau yang sebenarnya kau inginkan.
Kenapa harus berbohong pada dirimu sendiri?
Sekarang, nikmatilah semua pesakitanmu. Aku takkan berbuat apa-apa. Aku juga tak akan beranjak kemanapun. Aku hanya ingin melihat, kau menangis pilu karena sesal.. Aku akan tertawa, saat melihatmu mati di dalam penyesalan.. “
Aku tertegun sejenak. Apakah itu semua benar? Apakah aku telah membuang kata hati ku? Apakah egoku terlalu menguasai pikiranku, dan juga jiwaku?? Apakah semua ini akan aku sesali suatu saat nanti??
Hati tak pernah berbohong.
Hati cerminan jeritan jiwa, yang merasakan pahitnya kenyataan yang kita alami.
Mereka hanya ingin berkata pada kita,
Dengarkan kami. Kami hanya ingin kau mengikuti jejak hatimu. Jangan pernah mengikuti ego yang akan menenggelamkanmu di dalam jurang penyesalan.
Kami adalah dirimu. Apa yang kau mau, aku pun tau..
Tapi kata-kata itu telah lama hilang. Lenyap tanpa jejak. Menguap tak berbekas, terkikis oleh tingkah laku kita yang terlalu menyiksa diri. Kita tak pernah tau, kapan saatnya hati itu akan berbicara kembali pada kita.
Andai aku bisa memutar kembali waktu, aku ingin kembali di saat itu. Akan aku lakukan semua yang telah menjadi keyakinanku. Akan ku buang semua ego yang menjerat pikiran dan jiwa..
Namun itu semua telah berlalu. Ini telah terjadi. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Waktu telah berjalan, tertawa melihatku tertegun disini. Sepi tak pernah pergi, selalu menemaniku merasakan semua sesal…
Selasa, 29 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar